Langsung ke konten utama

Analisis Gaya Public Speaking Raditya Dika

Source: @raditya_dika


Menurut saya, Raditya Dika adalah salah satu public figure Indonesia yang punya gaya public speaking paling menarik. Saya memilih Raditya Dika karena cara dia berbicara di depan publik itu unik. Dia bisa bikin suasana jadi santai, tapi tetap punya makna yang dalam.


Saya pertama kali tahu Raditya Dika lewat filmnya yang berjudul Cinta Brontosaurus dan Koala Kumal, tapi semakin ke sini saya lebih sering lihat dia di YouTube dan berbagai acara talkshow. Dari situ saya sadar kalau Radit bukan cuma lucu, tapi juga punya kemampuan berbicara yang kuat. Dia bisa membuat orang tertawa sambil tetap menyampaikan pesan penting.


Gaya berbicara Raditya Dika menurut saya sangat natural. Dia menggunakan bahasa sehari hari yang mudah dipahami, dan sering menceritakan pengalaman pribadi yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Misalnya tentang hubungan, pekerjaan, atau hal hal sederhana dalam hidup. Cara dia bercerita itu kayak ngobrol langsung dengan penonton.


Selain itu, saya juga memperhatikan kalau Raditya Dika punya kontrol yang bagus saat berbicara. Dia tahu kapan harus berhenti sebentar sebelum punchline, dan tahu kapan harus menekankan poin penting. Ekspresinya juga santai tapi tetap fokus. Gestur tangannya gak berlebihan, tapi cukup untuk memperjelas maksudnya.


Kalau saya bandingkan dengan pembicara lain, Raditya Dika itu punya kekuatan di bagian storytelling. Setiap kalimat yang dia ucapkan terasa seperti potongan cerita. Saya rasa itu juga yang bikin audiensnya betah dengerin sampai akhir.


Dari gaya public speaking Raditya Dika, saya belajar kalau berbicara di depan publik gak harus kaku atau formal. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menyampaikan pesan dengan jujur, percaya diri, dan tetap jadi diri sendiri.


Raditya Dika menunjukkan bahwa public speaking bukan tentang seberapa fasih seseorang berbicara, tapi tentang bagaimana cara dia membuat audiens merasa terhubung. Dan itu yang menurut saya membuat Raditya Dika layak dijadikan contoh seorang public speaker yang berhasil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berpikir Rasional Dari Logika ke Retorika Dengan Cania Citta Dalam Seni Berbicara di Ruang Publik

Cania Citta adalah salah satu public figure muda yang dikenal lewat cara bicaranya yang tegas, logis, dan berani menyampaikan opini di ruang publik. Dalam video berjudul " FULL VIDEO Seminar Berfikir Rasional (Youtube: Cania Citta) ", Cania menekankan pentingnya berpikir kritis dan menyampaikan pendapat secara rasional sesuatu yang jarang ditemui di era media sosial yang penuh emosi dan reaksi spontan. Sebagai seorang public speaker, Cania menunjukkan bahwa berbicara di depan umum bukan hanya soal cara berbicara, tapi juga bagaimana mengemas logika menjadi pesan yang bisa diterima audiens. Gaya bicaranya sangat relevan dengan konsep yang dijelaskan dalam materi kuliah Introduction to Public Speaking, yaitu proses menjadi pembicara efektif melalui tiga tahap: Instruction, Imitation, dan Practice. Untuk memahami bagaimana Cania membangun gaya public speaking-nya yang rasional dan kredibel, berikut analisisnya berdasarkan teori tersebut.   Langkah 1: Ins...

Impersonate Role Model Cania Citta

  Dalam public speaking, bagian pembuka menjadi elemen penting untuk membangun kesan pertama kepada audiens. Melalui pembukaan yang tepat, seorang pembicara tidak hanya memperkenalkan diri, tetapi juga memperkenalkan cara berpikirnya . Saya memilih Cania Citta sebagai role model public speaking karena cara ia membuka pembicaraan terasa ringan, cerdas, dan mampu menarik perhatian audiens tanpa kesan menggurui. Analisis Scene yang Diambil Dalam video “Seminar Berpikir Rasional | UGM” , pada menit 01:25–02:30 , Cania membuka dengan kalimat: “Kita mulai dari kata rasional ya. Nah, ini kata yang sering banget disalahpahami. Orang sering pakai kata ini, tapi maknanya bisa beda-beda banget.” Kalimat tersebut sederhana, tetapi sangat efektif. Ia langsung memperkenalkan topik utama ( rasionalitas ) dengan gaya yang santai, disertai sedikit humor dan interaksi ringan dengan audiens.  Gaya ini menunjukkan kemampuan Cania dalam menciptakan koneksi awal  sesuatu yang penting ...