Langsung ke konten utama

Berpikir Rasional Dari Logika ke Retorika Dengan Cania Citta Dalam Seni Berbicara di Ruang Publik


Cania Citta adalah salah satu public figure muda yang dikenal lewat cara bicaranya yang tegas, logis, dan berani menyampaikan opini di ruang publik. Dalam video berjudul "FULL VIDEO Seminar Berfikir Rasional (Youtube: Cania Citta)", Cania menekankan pentingnya berpikir kritis dan menyampaikan pendapat secara rasional sesuatu yang jarang ditemui di era media sosial yang penuh emosi dan reaksi spontan.

Sebagai seorang public speaker, Cania menunjukkan bahwa berbicara di depan umum bukan hanya soal cara berbicara, tapi juga bagaimana mengemas logika menjadi pesan yang bisa diterima audiens. Gaya bicaranya sangat relevan dengan konsep yang dijelaskan dalam materi kuliah Introduction to Public Speaking, yaitu proses menjadi pembicara efektif melalui tiga tahap: Instruction, Imitation, dan Practice.

Untuk memahami bagaimana Cania membangun gaya public speaking-nya yang rasional dan kredibel, berikut analisisnya berdasarkan teori tersebut.

 

Langkah 1: Instruction (Arahan)

Sebelum menjadi pembicara yang efektif, seseorang perlu memahami prinsip dasar berbicara di depan umum. Cania menunjukkan pemahaman ini melalui struktur penyampaian yang rapi dan logis.

Cania membuka pembicaraannya dengan pertanyaan reflektif yang membuat audiens berpikir “Kenapa kita sering terlalu emosional dalam menanggapi sesuatu?” Pembukaan ini berfungsi sebagai hook yang kuat untuk menarik perhatian.

Setelah itu, ia menyampaikan inti pesan dengan sistematis: menjelaskan pentingnya berpikir logis, memberikan contoh nyata dari isu sosial, lalu menutup dengan kesimpulan dan ajakan bertindak seperti “Gunakan logika, bukan hanya emosi.” Transisi antarbagian berjalan halus, membuat audiens mudah mengikuti alur pemikiran.

Bagian ini menunjukkan bahwa Cania memahami struktur argumen, melakukan riset materi, dan menyesuaikan pesan dengan audiens inti dari tahap Instruction.

 

Langkah 2: Imitation (Meniru)

Tahap ini mendorong seseorang untuk belajar dari pembicara yang sudah berpengalaman. Dari gaya Cania, ada banyak hal yang bisa dicontoh dan diterapkan.

Cania menggunakan gerakan tubuh seperlunya tidak berlebihan, tapi cukup untuk mempertegas pesan. Postur tubuhnya tegap dan ekspresi wajahnya konsisten, menciptakan kesan percaya diri dan profesional.

Dari sisi vokal, Cania berbicara dengan tempo sedang dan intonasi yang stabil. Ia memberikan jeda di saat penting untuk memberi ruang bagi audiens mencerna pesan. Teknik ini menunjukkan kontrol dan kesadaran diri saat berbicara di depan umum.

Gaya komunikasinya bersifat informatif sekaligus persuasif: informatif karena memberikan data dan logika, persuasif karena mengajak audiens untuk berpikir ulang tentang cara berpendapat. Gaya seperti ini mencerminkan kredibilitas (ethos), emosi yang terukur (pathos), dan logika yang kuat (logos).



Langkah 3: Practice (Praktek)

Tahap ini menuntut seseorang untuk mencoba sendiri teknik-teknik yang telah dipelajari. Dari Cania, ada beberapa hal yang bisa diterapkan saat latihan berbicara di depan umum.

  1. Pertama, gunakan struktur logis: mulai dengan ide utama, beri contoh konkret, lalu simpulkan dengan pesan yang jelas.
  2. Kedua, latih intonasi dan jeda bicara agar pesan lebih mudah dipahami.
  3. Ketiga, berani tampil tegas tanpa takut terlihat serius, selama isi pembicaraan kuat dan terarah.
  4. Terakhir, evaluasi diri dengan merekam penampilan lalu menontonnya kembali untuk mengetahui kekuatan dan bagian yang perlu ditingkatkan.

Practice membuat teori menjadi keterampilan nyata. Dengan latihan, pembicara tidak hanya tahu apa yang harus dikatakan, tapi juga bagaimana cara terbaik menyampaikannya.

 

Cania Citta mengajarkan bahwa public speaking bukan soal siapa yang paling lantang, tapi siapa yang paling terstruktur dan masuk akal. Lewat video ini, ia menunjukkan penerapan teori public speaking secara nyata mulai dari perencanaan materi (Instruction), menampilkan performa efektif (Imitation), hingga memberi inspirasi untuk dipraktikkan (Practice).

Cania menjadi contoh pembicara muda yang berhasil menggabungkan logika, etika, dan emosi dalam satu bentuk komunikasi yang rasional dan bermakna. Sebagai mahasiswa, kita bisa belajar bahwa berbicara dengan isi dan arah yang jelas adalah bentuk kekuatan baru dalam dunia komunikasi masa kini.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Gaya Public Speaking Raditya Dika

Source:  @raditya_dika Menurut saya, Raditya Dika adalah salah satu public figure Indonesia yang punya gaya public speaking paling menarik. Saya memilih Raditya Dika karena cara dia berbicara di depan publik itu unik. Dia bisa bikin suasana jadi santai, tapi tetap punya makna yang dalam. Saya pertama kali tahu Raditya Dika lewat filmnya yang berjudul Cinta Brontosaurus dan Koala Kumal, tapi semakin ke sini saya lebih sering lihat dia di YouTube dan berbagai acara talkshow. Dari situ saya sadar kalau Radit bukan cuma lucu, tapi juga punya kemampuan berbicara yang kuat. Dia bisa membuat orang tertawa sambil tetap menyampaikan pesan penting. Gaya berbicara Raditya Dika menurut saya sangat natural. Dia menggunakan bahasa sehari hari yang mudah dipahami, dan sering menceritakan pengalaman pribadi yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Misalnya tentang hubungan, pekerjaan, atau hal hal sederhana dalam hidup. Cara dia bercerita itu kayak ngobrol langsung dengan penonton. Selain itu, sa...

Impersonate Role Model Cania Citta

  Dalam public speaking, bagian pembuka menjadi elemen penting untuk membangun kesan pertama kepada audiens. Melalui pembukaan yang tepat, seorang pembicara tidak hanya memperkenalkan diri, tetapi juga memperkenalkan cara berpikirnya . Saya memilih Cania Citta sebagai role model public speaking karena cara ia membuka pembicaraan terasa ringan, cerdas, dan mampu menarik perhatian audiens tanpa kesan menggurui. Analisis Scene yang Diambil Dalam video “Seminar Berpikir Rasional | UGM” , pada menit 01:25–02:30 , Cania membuka dengan kalimat: “Kita mulai dari kata rasional ya. Nah, ini kata yang sering banget disalahpahami. Orang sering pakai kata ini, tapi maknanya bisa beda-beda banget.” Kalimat tersebut sederhana, tetapi sangat efektif. Ia langsung memperkenalkan topik utama ( rasionalitas ) dengan gaya yang santai, disertai sedikit humor dan interaksi ringan dengan audiens.  Gaya ini menunjukkan kemampuan Cania dalam menciptakan koneksi awal  sesuatu yang penting ...